5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Kulit

Seperti yang pepatah latin katakan, “primum non nocere” atau dapat diartikan sebagai “pertama, jangan merugikan.” Pepatah ini pun berlaku dalam rutinas perawatan kulit. Jadi, jika kamu menemui masalah kulit, mungkin lebih baik tidak berbuat apa-apa daripada berbuat sesuatu yang mempunyai resiko yang lebih merugikan daripada menguntungkan. Begitu juga dengan kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan pada kulit. Mungkin kadang kita tidak menyadari kebiasaan yang kita anggap dapat menyelesaikan permasalahan kulit — seperti jerawat, kulit kering, dsb — ternyata secara perlahan malah merusak lapisan kulit.

Beberapa kebiasaan, seperti exfoliasi dan memakai tabir surya, sebenarnya adalah kebiasaan baik. Namun, jika cara melakukannya salah maka dapat berakhir buruk. Nah, di artikel kali ini, aku mau sharing lima kebiasaan buruk yang pernah aku lakukan dan dampaknya bikin nyesel, entah itu cystic acne, bruntusan, purging, dan lain sebagainya. Apa kamu juga punya kebiasaan buruk dalam merawat kulit? Yuk, sharing!

 

Kebiasaan 1: Memencet jerawat

Sering kali kita merasa dengan memencet jerawat dapat membuat jerawat lebih cepat sembuh. Ektraksi atau memencet jerawat kadang memang tidak ada salahnya dilakukan pada jerawat yang sudah matang. Jerawat dikatakan sudah siap untuk diekstrasi ketika jerawat sudah muncul ujung putih yang menonjol keluar sehingga saat dipencet dengan pelan pun “isi” jerawat bisa dengan mudahnya keluar.

Namun nyatanya, sebersih apapun tangan atau alat yang digunakan untuk memencet jerawat, potensi terjadinya infeksi, pendarahan dan iritasi masih tetap ada. Kebiasaan memencet jerawat ini malah akan meninggalkan bekas luka dan hiperpigmentasi yang dapat bertahan berbulan-bulan bahkan tahunan. Apalagi jika kamu memencet jerawat yang masih merah meradang dan nyeri. It’s a big no no! Bakteri yang berasal dari jerawat yang sudah dipencet juga akan menyebar ke area sekitarnya, sehingga memicu peradangan bahkan jerawat baru. Jadi, sebaiknya sebisa mungkin hindari memencet jerawat, ya.

Tips untuk menahan diri untuk tidak memencet jerawat adalah dengan tidak terobsesi untuk memeriksa kulit mu di cermin pembesar. Jika kamu sendiri membutuhkan cermin pembesar, orang lain nggak bakal notice dengan jerawat kamu kok. Tips lain adalah dengan menggunakan acne patch. Selain membantu mengempiskan jerawat, acne patch juga mencegah infeksi akibat sentuhan dan mencegah tangan-tangan usil yang suka memencet jerawat. COSRX Acne Pimple Master Patch adalah salah satu acne patch favorit ku, kamu bisa baca review lengkapnya di @adpbeauty!

 

Kebiasaan 2: Hanya menggunakan sunscreen sekali

Kadang kita sudah menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF 100 tapi kulit masih terbakar sinar matahari. Sedangkan, ada orang yang hanya menggunakan SPF 25 tapi kulitnya bebas dari efek buruk sinar matahari dan flek hitam. Bagaimana bisa? Itu semua berawal dari bagaimana kamu mengaplikasikan tabir surya mu. Mengaplikasikan suncreen hanya sekali di pagi hari tidaklah cukup. Kamu juga harus memakai lagi suncreen mu setiap dua atau tiga jam.

Besaran angka pada label SPF sebenarnya mengacu pada berapa lama sunscreen dapat melindungi kulit mu. Selain itu, angka pada label SPF juga membedakan seberapa besar sunscreen tersebut dapat melindungi kulit dari sinar UVB. Namun perbedannya tidak terlalu signifikan, sehingga banyak ahli yang mengatakan bahwa sunscreen dengan SPF tinggi sebenarnya tidak memberikan perlindungan yang jauh lebih baik dari SPF 15 atau SPF 30. Mengenakan SPF tinggi juga tidak berarti kamu aman berjemur di bawah paparan sinar matahari terlalu lama.

Jadi, sebaikya gunakan tabir surya yang memberikan perlindungan dari sinar UVA dan UVB dengan SPF secukupnya. Aplikasikan setengah jam sebelum terkena sinar matahari langsung. Kamu juga bisa menggunakan makeup yang dilengkapi dengan kandungan SPF sebagai perlindungan ekstra. Atau sunscreen dalam bentuk powder, seperti Colorescience Sunforgettable Brush-On Sunscreen SPF 30, yang mudah untuk diaplikasikan berulang-ulang saat mengenakan riasan seharian.

 

Kebiasaan 3: Mengabaikan Perubahan Kondisi Kulit

Salah satu rule paling penting dalam merawat kulit adalah memperhatikan kondisi kulit mu dan menggunakan skincare yang tepat sesuai kebutuhan. Misalnya, kamu bisa menggunakan moisturizer yang lightweight dan mattifying saat akan panas-panasan di luar rumah, dan beralih ke moisturizer yang lebih berat ketika akan berada di pesawat atau ruangan ber-AC dalam waktu lama. Dan untuk kulit yang rentan terhadap jerawat, dengan memperhatikan kondisi kulit kamu bisa mencegah munculnya jerawat. Caranya, jika biasanya wajahmu akan berjerawat menjelang menstruasi, kamu bisa melakukan pencegahan dengan menggunakan skincare yang mengandung salicylic acid sebelum jerawat itu muncul. Sunday Riley U.F.O. Ultra-Clariying Face Oil adalah salah satu produk yang paling aku rekomendasikan untuk kulit berjawat. Dengan kandungan 1.5% salicylic acid, serum ini cukup ampuh untuk digunakan sebagai spot-treatment. Dan dengan campuran plant-based oils seperti Tea-Tree dan Black Cumin Oil dalam formulanya serum ini juga cukup gentle untuk diaplikasikan ke seluruh wajah untuk mencegah datangnya jerawat.

 

Kebiasaan 4: Eksfoliasi Wajah Terlalu Sering

Physical Exfoliator seperti Clarisonic atau Chemical Exfoliator yang berupa toner atau masker memang memberikan sensasi “bersih” secara kilat. We love it! Tapi, terlalu sering melakukan eksfoliasi juga tidak baik. Eksfoliasi yang terlalu sering akan merusak fungsi skin-barrier yang menjaga kesehatan kulit. Selain itu, over-exfoliation juga tidak akan memberikan kesempatan kulit baru untuk “istirahat” dan menjadi lebih kuat. Hasilnya, kulit menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap infeksi dan iritasi.

Secara umum, kebanyakan ahli merekomendasikan untuk melalukan eksfoliasi dua kali seminggu jika kamu memiliki kulit berminyak atau berjerawat. Sedangkan untuk kulit sensitif atau normal, eksfoliasi sekali seminggu sudah cukup. Dan apabila kamu memiliki lebih dari satu produk dengan exfoliating ingredients seperti AHA dan BHA, jangan menggunakannya secara bersamaan. Dan jika kamu sudah melakukan physical exfoliator, sebaiknya hindari menggunakan chemical exfoliator setelahnya, karena ini bisa jadi berlebihan untuk kulit. Lalu, untuk menjaga dan mempertahankan skin barrier, gunakanlah produk yang dapat menghidrasi dan melembabkan kulit dalam skincare routine mu.

 

Kebiasaan 5: Terlalu Sering Gonta-ganti Produk

Ingatlah, hal-hal baik akan terwujud bagi mereka yang berusaha dan bersabar. Tapi seringnya, saat ada produk skincare yang baru muncul, kita jadi tidak sabar untuk mencobanya. Lalu setelah mencoba produk tersebut selama beberapa minggu, tapi tidak melihat peningkatan yang nyata, kita kembali tergoda dengan skincare lainnya dan meninggalkan produk yang lama. It’s a never ending circle!

Jangan tergoda oleh hasil instan yang ditawarkan suatu iklan. Terutama jika masalah yang kamu hadapi berkaitan dengan sunspot atau elistisitas kulit, karena permasalahan kulit seperti itu butuh waktu yang tidak sebentar untuk diatasi. Biasanya hasil dari skincare yang digunakan akan terlihat setelah empat sampai enam minggu. Bahkan, beberapa krim dan serum memakan waktu lebih lama hingga tiga bulan atau lebih. Hal ini disebabkan karena active ingredients butuh waktu dan penggunakan rutin untuk menyerap dan memperbaiki lapisan kulit. Namun, jika penggunaan dihentikan sebelum waktunya, manfaat penuh dari bahan aktif tersebut pun akan sulit didapatkan.

Demikian beberapa kebiasaan buruk yang dapat merusak kulit. Semua yang tertulis di atas adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan pengetahungan yang pernah aku baca. I’m not a dermatologist! Setiap orang tentu memiliki cara merawat kulit yang berbeda, dan reaksi terhadap skincare yang berbeda pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *