Kenali Penyebab dan Cara Mengusir Milia

Pernah mengalami punya bintik-bintik putih dan menonjol, tapi kok, kayaknya bukan jerawat? Hmm, mungkin itu milia, Beauties. Memang sih, dibanding jerawat, milia nggak terasa sakit atau perih. Tapi ‘kan tetap mengganggu penampilan dan bikin nggak pe-de.

Gimana, ya, cara menghilangkan milia? Apa bisa disamakan dengan cara mengatasi jerawat? Dan, apa sih sebenarnya milia itu? Bukan jerawat, bukan bisul juga… Eits! Jangan panik dulu, Beauties. Yuk, Phoebe bantu kenalan dengan milia supaya lebih paham cara menanganinya. Keep reading, ya!

 

Apa Itu Milia?

Seperti disebutkan di atas, milia biasanya berbentuk bintik-bintik putih yang menonjol. Sekilas, milia memang kelihatan seperti jerawat whitehead. Tapi, kalau dipegang atau dipencet, whitehead biasanya lebih mudah pecah dan mengeluarkan nanah (sebaiknya nggak dilakukan, ya, karena Phoebe sangat nggak merekomendasikan kebiasaan mencetin jerawat!), sedangkan milia terasa lebih keras dan nggak akan pecah atau mengeluarkan isinya.

Milia adalah kistis yang nggak meradang, terjadi karena protein keratin terperangkap pada lapisan di dekat permukaan kulit—bukan dalam pori-pori seperti jerawat. Biasanya, milia muncul di area sekitar mata, hidung, pipi, dan dahi. Milia juga bisa muncul di tipe kulit apapun dan pada segala usia.

Terus, apa sih yang bikin keratin bisa terperangkap di lapisan kulit?

 

Beberapa Penyebab Milia

1. Lambatnya pergantian sel kulit

Ini faktor utama terbentuknya milia. Normalnya, kulit bisa melakukan proses eksfoliasi alami, yaitu melepaskan sel-sel kulit mati supaya sel kulit baru yang lebih sehat dan segar bisa tumbuh. Nah, dalam proses yang terlalu lambat, sel kulit mati nggak lepas-lepas, sehingga menyebabkan penumpukan bersama dengan protein keratin yang mengeras.

 

2. Produk skin care & makeup yang teksturnya terlalu berat

Ini bisa jadi faktor pendukung munculnya milia, terutama di sekitar mata yang kulitnya lebih tipis. Biasanya, produk yang teksturnya terlalu padat dan berat bisa membentuk lapisan pelindung ekstra di atas kulit. Kalau kelebihan, hal ini malah menghambat proses eksfoliasi alami kulit. Hasilnya, terjadi penumpukan sel kulit mati dan keratin pembentuk milia lagi, deh.

 

3. Lapisan kulit yang rusak

Milia bisa muncul karena ada penyumbatan pada saluran kelenjar keringat—ini umumnya disebut milia sekunder. Biasanya, terjadi pada lapisan kulit yang sudah rusak karena luka bakar atau karena sun damage yang kronis.

 

Milia atau Jerawat?

Milia bisa dipastikan bukan jerawat. Kalau kamu masih bingung membedakannya, coba perhatikan beberapa perbedaan antara milia dan jerawat ini, ya.

Nah, karena penyebab dan isi dari milia dan jerawat aja udah beda, pastinya penanganannya juga beda. So, perhatikan baik-baik, ya, biar nggak salah langkah dalam mengatasinya.

 

Bye-bye, Milia!

Ini beberapa cara menghilangkan milia:

Tips #1: Kenalan dengan AHA & BHA

Kedua kandungan ini dikenal ampuh untuk membantu eksfoliasi. AHA (glycolic acid, lactic acid, mandelic acid) dan BHA (salicylic acid) bisa membantu mengangkat sel kulit mati dari dalam lapisan kulit, sehingga melancarkan proses pergantian sel kulit dan mencegah penumpukan.

Ada beberapa produk yang memang sudah mencampur kedua kandungan ini, sehingga kamu bisa pakai AHA dan BHA bersamaan dengan tenang. Tapi, untuk produk lain yang nggak mencampurnya, sebaiknya AHA dan BHA nggak dipakai dalam waktu bersamaan. Kamu bisa pakai AHA di pagi hari, lalu BHA di malam hari. Atau, pakai AHA hari ini, kemudian BHA besoknya.

Untuk kulit yang kering dan sensitif, baiknya pakai AHA saja tanpa BHA. Untuk kulit berminyak, eksfoliasi akan lebih optimal kalau pakai keduanya.

Rekomendasi Produk:

  • The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution 240ml
  • Biyu Gentle AHA Serum 10ml
  • Haum LCID Salicylic Acid 2% 28ml
  • Benton Aloe BHA Skin Toner 200ml
  • Glamglow Supertoner – 200ml
  • Avoskin Miraculous Refining Serum 30ml

 

Tips #2: Retinol

Retinol adalah salah satu bentuk Vitamin A. Kandungan yang satu ini terkenal banget dalam produk skin care anti-aging. Untuk mencegah dan mengatasi milia, retinol bisa membantu mempercepat proses pergantian sel kulit, lho. Sel-sel kulit mati lebih cepat lepas dan sel kulit baru lebih cepat tumbuh untuk menggantikannya, sehingga nggak keburu menumpuk dan mengeras, lalu jadi milia.

Kalau kamu baru pertama kali mencoba produk skin care dengan retinol, Phoebe sarankan pakai 2-3 kali seminggu dulu sampai benar-benar terbiasa. Soalnya, retinol bisa memicu reaksi iritasi ringan, kulit kering, dan sensitif terhadap sinar matahari dalam batas normal sambil kulit menyesuaikan diri. Tapi, kalau tipe kulitmu sensitif, sebaiknya jangan mencoba pakai retinol sama sekali, ya, karena reaksinya bisa jauh lebih kuat.

Rekomendasi Produk:

  • Aqua+ Series Bright-Up Daily Moisturizer 30 ml
  • The Ordinary Retinol 1% in Squalane 30ml
  • For Skin’s Sake Renew Retinol Serum 30ml

 

Tips #3: Gunakan produk yang oil-free dan non-comedogenic

Syarat ini terutama untuk produk eye cream. Ganti produk eye cream-mu dengan eye gel atau eye serum yang lebih ringan dan cair, sehingga nggak menyumbat dan menyebabkan penumpukan di area lapisan kulit sekitar mata.

Rekomendasi Produk:

  • For Skin’s Sake Stimulate Matrixyl™ 3000 Eye Gel 15ml
  • Raiku Eye Serum – 30ml
  • The Bath Box Eye Essential Serum In Jar 20gr

 

Tips #4: Konsultasi ke dokter

Kalau dirasa milia-mu tetap membandel dan kamu ingin cepat-cepat menghilangkannya, konsultasikan ke dokter kulit aja, Beauties. Mereka bisa membantu mempercepat proses pergantian sel kulit atau mengekstrasi isi milia secara aman dan profesional.

 

Demikian cerita Phoebe soal cara menghilangkan milia, Beauties. Milia memang menyebalkan sih, tapi pasti ada jalan keluarnya, kok. Jangan ragu buat tanya-tanya Phoebe lebih jauh, ya. Silakan tinggalkan cerita perjuanganmu melawan milia atau pertanyaan lainnya di kolom komentar, Beauties!

Editor: Cintya L. | Grafis: Indri Novita S.

translation missing: id.blogs.article.tags: eksfoliasi, exfoliant, milia, rekomendasi skincare, retinol, skincare aha bha

Tinggalkan komentar