Mengenal Simbol-simbol pada Produk Skincare

Kamu termasuk dalam tim yang suka lihat simbol-simbol di produk skincare atau nggak nih, Phoebe’s Squad? 

Simbol-simbol pada produk skincare punya informasi yang bantu kamu lebih kenal sama produk yang kamu pakai, loh. Misalnya, menunjukkan waktu kadaluarsa produk hingga gambaran proses pembuatannya.

Yuk, mulai pahami simbol-simbol pada kemasan skin care-mu!

 

 

PAO (Period After Opening)

Simbol yang satu ini mungkin yang paling sering ditemukan pada kemasan produk skin care-mu--bentuknya seperti botol kemasan yang tutupnya terbuka. Nah, simbol PAO menunjukkan berapa lama produk tersebut awet setelah kemasannya dibuka.

Biasanya, simbol PAO juga dilengkapi tulisan angka dengan huruf M di belakangnya, misalnya ‘12M’. Huruf M mengindikasikan “months” atau “bulan”, sehingga tulisan 12M berarti 12 bulan. Ini artinya, kandungan dalam produk skin care tersebut punya waktu 12 bulan sejak kamu pertama kali membuka kemasannya, sebelum efektivitasnya menurun atau kadaluarsa.

Kalau tulisannya 6M, berarti produk akan kadaluarsa dalam 6 bulan setelah kemasan dibuka. Jadi, jangan lupa perhatikan angka pada simbol PAO juga, ya!

Oh iya, sedikit tips dari Phoebe biar kamu nggak kelupaan periode kadaluarsa sesuai PAO: kamu bisa tuliskan tanggal ketika kamu membuka produk menggunakan spidol permanen pada kemasannya. Dengan begitu, kamu bisa benar-benar tau ketika produknya udah kadaluarsa, sehingga kamu juga terhindar dari risiko “salah pakai” produk yang udah nggak efektif atau bisa menimbulkan iritasi.

 

Hourglass

Simbol jam pasir ini menunjukkan tanggal kadaluarsa produk, baik sebelum ataupun sesudah kemasan dibuka.

Kadang, simbol hourglass ini dilengkapi tanggal kadaluarsa produk. Tapi, ada juga beberapa produk skin care yang nggak mencantumkan tanggal--ini artinya, periode awet produk tersebut adalah sekitar 30 bulan. Untuk menghindari kebingungan, biasanya, simbol hourglass tanpa tanggal turut dilengkapi simbol PAO juga, kok.

 

Mobius Loop

Simbol tiga anak panah berputar ini namanya ‘mobius loop’. Mungkin, kamu udah sering ketemu simbol ini dan nggak cuma di kemasan produk skin care. Yup, simbol ini menunjukkan bahwa kemasan produk bisa didaur ulang.

Bonusnya lagi, kalau di samping atau di bagian dalam tiga anak panah ada angka yang tertera, angka tersebut merupakan persentase dari kemasan produk yang terbuat dari hasil daur ulang.

Simbol ini tentunya menunjukkan bahwa brand skin care tersebut sangat peduli lingkungan, ya. Beberapa brand di bawah ini diketahui punya program daur ulang:

Purito

adalah brand skin care asal Korea yang cinta lingkungan banget! Kemasannya menggunakan kertas daur ulang dan ia juga bekerjasama dengan salah satu gerakan peduli lingkungan di Korea.

Haple

adalah brand skin care lokal yang juga cinta lingkungan dan mendukung daur ulang. Kamu bisa mengirimkan kembali kemasan produk Haple yang udah habis, supaya bisa disalurkan ke tim pengolahan limbah di Indonesia.

Kiehl’s

merupakan brand skin care asal Amerika. Di Indonesia, Kiehl’s juga punya program daur ulang, lho. Kamu bisa serahkan botol dan kemasan bekas produk Kiehl’s langsung di tokonya.

 

Leaping Bunny

Simbol yang bergambar kelinci ini menunjukkan bahwa produk dari brand tersebut adalah animal cruelty-free. Ini artinya selama proses pembuatan produk, brand nggak menggunakan hewan untuk mengetes keamanan dan kinerja produknya.

Tapi, ini bukan berarti produknya nggak mengandung bahan hewani, ya. Beberapa brand skin care yang cruelty-free tetap mengandung bahan-bahan hewani seperti snail mucin (cairan siput), beeswax (terbuat dari sarang madu lebah), hingga propolis (terbuat dari bahan pelindung sarang lebah). Namun, proses mengambil kandungan-kandungan tersebut tentunya secara etis, tanpa menyakiti atau membunuh hewan.

Semakin hari, semakin banyak brand skin care yang sadar akan pentingnya melindungi satwa. Beberapa di antaranya adalah:

Klairs

Brand skin care Korea ini tidak pernah melakukan uji terhadap hewan sejak berdirinya di tahun 2010. Brand ini juga tidak mengandung bahan hewani.

Benton

Brand skin care K-beauty ini juga menentang uji produk terhadap hewan. Tapi, salah satu kandungan andalan Benton adalah snail mucin dan bee venom (enzim lebah), sehingga ia nggak sepenuhnya bebas kandungan hewani.

Cosrx

Brand skin care Korea favorit sejuta umat ini juga nggak melakukan uji hewan, lho. Tapi, FYI aja, beberapa produknya punya kandungan snail secretion filtrate dari siput, ya.

Purito

Selain kemasannya yang dari bahan daur ulang, Purito juga cruelty-free, plus tanpa kandungan bahan hewani.

Thayers

Brand skin care asal Amerika ini pun nggak melakukan uji hewan, sehingga mereka dengan bangga menyatakan dirinya cruelty-free! Hampir seluruh produk Thayers juga nggak mengandung bahan-bahan hewani.

 

Masih banyak lagi brand skin care yang cruelty-free, kok. Informasi ini bisa kamu cari tau lewat website brand tersebut, biasanya di bagian FAQ (frequently asked questions). Contoh di atas hanya beberapa brand yang ada di Ponny Beaute, so, feel free to check them out!

 

Vegan

Nah, kalau simbol yang satu ini melambangkan produk yang nggak mengandung bahan-bahan hewani (seperti snail mucin, beeswax, bee venom, propolis, dan lain sebagainya). Umumnya, produk skin care dengan label vegan juga tanpa melalui uji hewan, sehingga udah termasuk cruelty-free.

Kandungan dalam produk skin care yang vegan biasanya berasal dari tanaman. Kalau kamu tertarik mencoba produk-produk kayak gini, kamu bisa cobain:

Klairs

Selain cruelty-free, kandungan produk skin care Klairs juga nggak menggunakan bahan hewani.

Olivarrier

Brand skin care K-beauty satu ini juga vegan dengan kandungan dari bahan-bahan tumbuhan alami.

The Ordinary

Menurut keterangannya, sebagian besar produk The Ordinary udah vegan--beberapa di antaranya adalah produk-produk yang ada di website Ponny Beaute, nih.

 

Sekali lagi, masih ada banyak brand skin care yang vegan di luar sana. Informasi kandungan bisa kamu cek di website masing-masing brand. Jangan lupa baca-baca bagian FAQ untuk informasi lebih lengkap soal status vegan-nya, ya. Contoh brand di atas hanya beberapa yang tersedia di Ponny Beaute, kamu bisa langsung klik brand-nya untuk melihat deretan produk yang ditawarkan, kok.

 

Refer to Insert

Ini simbol untuk para skin care addicts yang selalu cermat untuk cari tau lebih banyak tentang produk skin care yang digunakan. Simbol berbentuk tangan yang menunjuk buku ini artinya kamu bisa menemukan informasi lebih lengkap tentang produk di lembaran leaflet yang disertakan dalam kemasan.

Biasanya, di leaflet ada informasi daftar kandungan, instruksi pemakaian, dan lain sebagainya. Ini umumnya ada pada produk skin care yang kemasannya kecil, yang nggak memungkinkan untuk memuat informasi lengkap di kemasannya.

 

Nah, itu dia beberapa simbol yang paling umum ditemukan pada produk skin care. Phoebe harap, kamu bisa jadi semakin cermat ketika skin care-an, serta memiliki wawasan luas untuk memilih produk dan brand skin care yang cocok denganmu.

Kalau masih ada simbol lain yang sering kamu temukan pada produk skin care dan nggak tau artinya, silakan tanya ke Phoebe melalui kolom komentar, ya.

 

Editor: Cintya L. | Grafis: Indri Novita S.

translation missing: id.blogs.article.tags: cruelty free skincare, expired date, simbol produk skincare, vegan skincare

Tinggalkan komentar