Brightening vs Whitening, Which One Do You Need Most?

Beragam manfaat dan efek dapat dirasakan setelah rutin menggunakan skincare, seperti memiliki kulit yang sehat, menjaga kulit wajah tetap bersih, dan meningkatkan rasa percaya diri. Kalau kamu sendiri, apa sih tujuanmu menggunakan produk skincare? Pasti di antara kalian ada yang ingin mencari manfaat brightening maupun whitening. Hmm, apa perbedaan keduanya, ya?

Secara umum, keduanya punya fungsi yang sama untuk memudarkan tanda kulit kusam. Yang membedakan adalah bahan atau kandungan yang digunakan dalam produk. Nah, biar makin jelas dan paham, kita akan membahas tentang brightening dan whitening di bawah ini.

BRIGHTENING

Brightening berfungsi untuk mengembalikan rona warna asli kulit dan membuat kulit lebih cerah. Produk dengan fungsi brightening memiliki kandungan untuk menekan pigmentasi kulit sehingga kulit kusam atau noda bintik hitam bekas jerawat bisa hilang.

Skincare untuk brightening ini tepat digunakan kamu yang punya masalah kulit kusam, hyperpigmentation, warna kulit yang nggak merata, dan dark spot karena bekas jerawat. Untuk memaksimalkan hasil brightening, kamu bisa menambahkan beberapa skincare berikut, nih.

  1. Serum

Serum berfungsi sebagai pelengkap dalam skincare untuk memaksimalkan hasil skincare pada kulit. Umumnya, bahan aktif yang digunakan dalam serum adalah vitamin C, vitamin B3 (niacinamide), alpha arbutin, retinol, dan licorice extract.

Penggunaan serum dalam jangka panjang berguna sebagai anti penuaan dan hidrasi. Berikut beberapa produk rekomendasi serum untuk mengatasi kulit kusam dan mencerahkan kulit wajah:  The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA, The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc, Paula Choice Vit C Booster, FSS Vit C.

  1. Eksfoliasi

Selain penggunaan serum, untuk mendapatkan kulit cerah dan bebas kusam, kamu bisa rutin melakukan eksfoliasi. Nggak harus setiap hari, kamu bisa melakukannya 3 kali dalam seminggu atau tergantung jenis kulitmu untuk mengangkat sel kulit mati dan meregenerasinya menjadi kulit baru.

Eksfoliasi terdiri dari dua jenis, yang pertama adalah physical exfoliator dengan cara menggosok atau memakai alat bantu. Bahan yang digunakan bertekstur kasar di kulit dan mirip pasir, seperti Neogen gauze peeling dan AHA + BHA 2% Peeling Solution.

Yang kedua adalah chemical exfoliator yang menggunakan bahan bersifat enzimatik. Chemical exfoliator dapat berupa toner dan lotion yang diaplikasikan pada kapas lalu diusapkan ke wajah. Jenis kulit wajah yang kering, berminyak, dan sensitif dapat menggunakan produk chemical exfoliator seperti BHA Paula Choice.

Untuk melihat hasil dari produk brightening ini, kamu harus lebih sabar dan rutin menggunakan skincare karena membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan produk whitening.

WHITENING

Whitening dalam dunia skincare bukan berarti memutihkan kulit melainkan perawatan untuk memudarkan noda pada kulit kusam. Whitening bekerja menekan pembentukan melanin, yakni pigmen yang menentukan warna kulit setiap orang.

Biasanya produk whitening digunakan oleh mereka yang mempunyai bekas jerawat yang menghitam, age spot, kulit kusam, dan freckles. Berbeda dengan brightening, hasil penggunaan produk whitening akan terlihat lebih cepat dalam menyamarkan noda hitam.

Sebelum membeli produk whitening, pastikan kamu membaca bahan (ingredients) yang digunakan dan nggak menemukan kandungan merkuri di dalamnya, karena merkuri sangat berbahaya untuk tubuh dan sudah dilarang beredar di Indonesia. Berikut tiga bahan atau kandungan efektif yang baik dalam skincare berlabel whitening.

  1. Hydroquinone

Hydroquinone (HQ) bekerja mengurangi angka melanosit yang memproduksi melanin. Kandungan  HQ yang aman dalam produk skincare sebesar 2% dan hasilnya terlihat kurang lebih setelah 4 minggu. HQ bisa dikombinasikan sebagai bahan lainnya dalam skincare seperti dicampur dengan salicylic acid, azelaic acid, lactic acid, dan vitamin C. Perlu digarisbawahi kalau HQ ini nggak bisa dikombinasikan dengan glycolic acid, ya.

Meski bermanfaat untuk mengatasi masalah hyperpigmentasi seperti acne scars, age spot, dan freckles, HQ ini nggak boleh digunakan oleh ibu hamil! Penggunaan HQ dapat menimbulkan efek samping seperti kulit yang lebih kering, sensitif, bahkan iritasi.

  1. Glutathione

Glutathione merupakan antioksidan yang diproduksi secara alami dalam sel tubuh. Faktor kekurangan nutrisi, lingkungan yang buruk, dan stress dapat menurunkan kadar glutathione dalam tubuh. Nggak heran kalau sekarang glutathione banyak ditemukan dalam minuman suplemen, kapsul, dan produk skincare yang berfungsi sebagai whitening. Kandungan glutathione ditemukan dalam skincare seperti pada krim malam dan lotion.

Rekomendasi Produk: ElsheSkin Radiant Skin Serum

3. Kojic acid

Kojic acid berfungsi menghambat pembentukan dan mencegah tirosin yang memproduksi  melanin. Kandungan kojic acid yang aman sebesar 1% saja dan banyak ditemukan dalam produk serum, krim pembersih, sabun, dan lotion yang dapat digunakan pada tubuh. Sama seperti HQ, penggunaan produk yang mengandung kojic acid bisa membuat kulit kering dan sensitif.

Selain kandungan-kandungan di atas, untuk memudarkan noda hitam dan kulit kusam, kamu juga bisa memilih produk yang mengandung kaya vitamin C, retinoid, dan alpha arbutin, lho. Nah, dari pembahasan di atas, mana nih yang paling kamu butuhkan untuk penampilan kulitmu? Tulis jawabanmu di kolom komentar, ya!

Jangan lupa tonton video review produk The Ordinary di bawah ini

Read More:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *