Cara Melenyapkan Bekas Jerawat

Setelah kemarin cari tau kiat-kiat mengusir jerawat, masalah kita kayaknya belum beres, nih, Beauties. Jerawat pelan-pelan hilang, sih. Tapi, jadi meninggalkan bekas! Tenang aja, Beauties. Di artikel ini, Phoebe akan bantu kasih informasi tentang cara-cara menghilangkan masing-masing jenis bekas jerawat. Skin goals, here I come!


Bekas jerawat ada beberapa macam. Ada bekas jerawat yang atrophic, atau biasa disebut bopeng. Ini ditandai dengan bekas jerawat yang bikin kulit seperti berlubang karena tekstur kulit nggak rata dengan beberapa cekungan. Ada juga bekas jerawat hypertrophic dan keloid yang bentuknya menonjol. Terakhir, jerawat juga bisa menininggalkan bekas pigmentasi pada kulit, umumnya dalam bentuk noda-noda hitam.

Yuk, kita bahasa satu-satu!

Atrophic atau Bopeng

1. Boxcar

Biasanya berbentuk lubang yang pinggirannya tajam menyerupai kotak dan lebar. Ini karena waktu proses jerawat sembuh, kulit kurang banyak memproduksi kolagen. Bekas jerawat boxcar umunya terjadi setelah jerawat jenis nodul atau jerawat batu sembuh.

2. Ice pick

Kalau bekas jerawat ice pick biasanya lebih kecil daripada boxcar yang lebar. Bentuknya seperti titik-titik lubang kecil. Biasanya kerusakan kulitnya lebih dalam karena disebabkan jerawat batu yang menginfeksi jauh di bawah lapisan kulit. Hasilnya, kulit nggak bisa memperbaiki jaringan kulit yang terlanjur rusak, jadi muncul lah bekas jerawat ice pick ini.

3. Rolling

Bekas jerawat rolling nggak sedalam ice pick. Biasanya, kulit wajah jadi kelihatan menggulung atau bergelombang. Ini juga terjadi setelah jerawat yang meradang sembuh. Teksturnya yang rolling terjadi karena lapisan permukaan kulit ditarik pertumbuhan jaringan di lapisan dalamnya.

Solusi buat bekas jerawat atrophic:

Chemical peeling

Sayangnya, bekas jerawat atrophic susah untuk dihilangkan hanya dengan skin care. Salah satu usaha yang bisa kamu lakukan adalah dengan rajin-rajin chemical peeling biar sel kulit baru bisa tumbuh dan sedikit-sedikit memperbaiki tekstur kulit. Treatment ini juga bisa membantu mencegah jerawat muncul lagi, lho.

Proses chemical peeling ini membersihkan lebih dalam dibanding eksfoliasi pada umumnya. Kandungan yang biasa digunakan untuk chemical peeling adalah AHA (glycolic acid, lactic acid, mandelic acid) dan BHA (salycilic acid). Buat kamu yang punya kulit sensitif atau kering, harus patch test dulu sebelum mulai pakai produk-produk chemical peeling untuk menghindari reaksi negatif di wajahmu.

Perawatan ke dokter kulit

Skin care aja memang nggak bisa sepenuhnya diandalkan untuk menghilangkan bekas jerawat bopeng. Kalau mau hasil maksimal, kamu bisa konsultasi dan menjalani perawatan dengan dokter kulit buat laser treatment, filler, mikrodermabrasi, dan lain sebagainya.

Hypertrophic & Keloid

Kalau atrophic atau bopeng bikin kulit seperti berlubang, bekas jerawat hypertrophic justru bikin kulit punya tekstur seperti benjolan. Bekas jerawat ini cenderung menonjol, karena dalam proses jerawat sembuh, kulit terlalu banyak memproduksi kolagen.

Bedanya dengan keloid adalah ukurannya lebih besar dibandingkan bekas hypertrophic biasa. Nggak cuma kelebihan kolagen, kulit nggak sadar kalau jerawatnya sudah sembuh, sehingga terus-menerus memproduksi kolagen. Hasilnya, ukuran keloid jadi makin besar.

Konon katanya jenis bekas jerawat ini adalah yang paling sulit ditangani. Jadi, Phoebe sarankan kamu mencegah munculnya bekas jerawat hypertrophic dan keloid sebelum terlambat dengan segera menangani jerawat sebelum kena peradangan. Kalau mau menghilangkan bekas jerawat yang sudah terlanjur muncul, kamu harus konsultasi ke dokter kulit dulu, ya, Beauties.

PIH dan PIE

Post-inflammatory hyperpigmentation (PIH) atau hiperpigmentasi yang terjadi setelah peradangan adalah bekas jerawat yang ciri-cirinya: tetap rata dengan kulit, nggak menonjol atau cekung, tapi ditandai dengan titik yang warnanya lebih gelap dibanding warna kulit normalmu, seperti warna hitam atau cokelat gelap. Ini terjadi karena proses penyembuhan jerawat memicu produksi melanin—pigmentasi yang tugasnya memberi warna di kulit—secara berlebihan.

Sedangkan post-inflammatory erythema (PIE), bentuknya bintik-bintik berwarna merah atau keunguan serta lebih umum muncul pada kulit yang kompleksinya lebih terang. PIE biasanya muncul karena jerawat yang meradang suka dipencet, sehingga pembuluh darah yang dekat lapisan kulit pun rusak. Hasilnya, muncul bintik warna kemerahan atau keunguan itu di permukaan kulit, deh. Hayo, siapa yang masih guilty suka mencetin jerawat?

Menghilangkan dan mencegah bekas jerawat PIH dan PIE:

1. Kandungan niacinamide, vitamin C, dan alpha arbutin

Ada banyak kandungan yang bisa diandalkan buat menangani PIH dan PIE, serta meratakan warna kulit, antara lain niacinamide, vitamin C, dan alpha arbutin.

  • Niacinamide adalah bentuk dari vitamin B3. Ia terkenal bisa menguatkan kembali lapisan kulit yang rusak dan tentunya meratakan kompleksi kulit, jadi cukup efektif buat meredakan PIH dan PIE.
  • Vitamin C adalah senjata ampuh buat mencerahkan kulit dan menyamarkan garis halus. Kandungan ini juga punya khasiat tersembunyi, yaitu membantu menguatkan pembuluh darah, sehingga bisa memudarkan noda merah PIE di kulit.
  • Alpha arbutin punya fungsi utama untuk mencegah produksi melanin berlebihan, sehingga membantu menghilangkan dan mencegah noda hitam di kulit. Karena itu, kandungan ini lebih cocok digunakan untuk bekas jerawat PIH.

Dalam kadar yang aman, ketiga kandungan ini tergolong aman untuk dipakai bersamaan. Tapi, nggak disarankan kalau tipe kulitmu sensitif dan mudah iritasi, ya. Nah, biar kandungan bekerja maksimal dan cepat, kamu bisa coba produk skin care dalam bentuk serum. Serum punya konsentrasi kandungan yang lebih tinggi dibanding produk seperti moisturizer, jadi kalau cocok, hasilnya di kulit pun lebih cepat kelihatan.

2. Eksfoliasi

Selain membersihkan sel kulit mati, eksfoliasi juga mendorong sel kulit baru yang lebih sehat untuk tumbuh. Dengan begitu, eksfoliasi mendukung proses mencerahkan kulit, deh! Tapi, sebaiknya kamu ekstra hati-hati mengeksfoliasi kulit dengan PIE, karena bekas jerawat ini lebih mudah iritasi dibanding PIH. Untuk itu, jauh-jauh dari eksfoliasi physical—seperti pakai scrub dan tools—dan coba produk skin care dengan kandungan AHA untuk proses eksfoliasi yang lebih lembut.

3. Sunscreen

Sunscreen jugabisa jadi sahabatmu mencegah noda hitam bekas jerawat, nih, Beauties. Ia bisa membantu melindungi kulit dari sinar matahari yang terkenal bisa memicu produksi melanin berlebihan—penyebab munculnya PIH. Eits, tapi bukan berarti kamu yang punya PIE boleh skip sunscreen! Pokoknya, tetap wajib pakai sunscreen 30 menit sebelum mau kemana-mana.

Selain dengan rutin pakai produk skin care, masalah jerawat dan bekasnya ini bisa kamu lenyapkan dengan memperhatikan gaya hidup dan kebiasaanmu, misalnya sering menyentuh wajah dengan tangan kotor. Phoebe yakin kamu bisa mengurangi kebiasaan buruk itu kok.

Share perjuanganmu memberantas bekas jerawat demi kulit flawless dan glowing! Jangan sungkan juga untuk tinggalkan pertanyaanmu di kolom komentar, ya. Yuk, sama-sama rawat dan penuhi kebutuhan kulit!

Editor: Cintya L. | Grafis: Indri Novita S.

Comments

  • Posted by JKHQYeEs on

    CgGuIWadLbMfhcei

  • Posted by UZJzBndFkjvgH on

    ALHMUZKIhTmGeg

  • Posted by YgLCTNkGz on

    gJLqRXspUH

Leave a comment