Pemula Skin Care? Ini 6 Hal yang Kamu Harus Tau!

Terjun ke dunia skin care dengan harapan kulit langsung glowing dan flawless, tapi kenapa kulit malah jadi makin bermasalah, ya? 

Gara-gara produknya kah? Atau gara-gara kulitku? Atau mungkin, gara-gara caraku pakai produk skin care yang salah?

Nah, biar nggak bingung-bingung lagi, coba simak 6 hal di bawah ini dulu! Mungkin, “peringatan-peringatan” di bawah ini bisa membantu kamu mendapat jawaban atas dilema yang kerap dialami teman-teman Phoebe’s Squad yang baru aja berkenalan dengan dunia per-skin care-an.

 

 

1. Wajib Tau Tipe Kulitmu!

Langkah pertama sebelum mencoba produk skin care itu kamu harus tau tipe kulitmu! Dengan begitu, kamu jadi ada gambaran risiko masalah kulit yang rentan dialami tipe kulitmu, sehingga kamu bisa cari tau cara mengatasinya, kandungan yang cocok, hingga produk-produk skin care yang bisa digunakan.

Tanpa tau tipe kulit, mungkin skin care-mu malah jadi nggak efektif merawat kulit atau malah menimbulkan masalah lain. Soalnya, suatu kandungan skin care belum tentu cocok di semua tipe kulit.

Misalnya, kandungan salicylic acid yang umumnya cuma direkomendasikan buat kulit berminyak, karena efeknya bikin kulit agak kering—kalau dipakai oleh tipe kulit kering yang udah kekurangan minyak dan kelembapan, malah bisa menyebabkan iritasi dan kulit jadi semakin kering. So, siapkan waktu untuk benar-benar memastikan tipe kulitmu, ya. 

Secara umum, ada lima macam tipe kulit: berminyak, kering, kombinasi, sensitif, dan normal.

  • Kulit berminyak punya minyak berlebih di seluruh area wajah—dahi, hidung, dagu, hingga pipi yang berminyak—dan rentan masalah jerawat.
  • Kulit kering kekurangan produksi minyak yang bikin kulit lembap, sering ditandai dengan kulit yang kasar, gatal, bahkan sampai mengelupas.
  • Kulit kombinasi biasanya punya area T-zone (dahi, hidung, dagu) yang berminyak, tapi area pipi cenderung lebih kering.
  • Kulit sensitif rentan reaksi iritasi dan alergi, sehingga sering merah-merah, terasa gatal, dan meradang.
  • Kulit normal punya produksi minyak yang seimbang dan nggak mudah iritasi.

Untuk cari tau lebih lengkap tentang cara cek tipe kulit yang efektif, kamu bisa tonton video di channel YouTube Phoebe: Cari Tau Jenis Kulitmu! | Basic Tips and Tricks Skincare | Ponny Beaute

Kalau tertarik mencari kandungan dan produk yang recommended buat masing-masing tipe kulit, kamu bisa cek beberapa artikel berikut ini!

 

2. Sabar! Hasil Skin Care Nggak Langsung Keliatan

Kunci dalam dunia per-skin care-an adalah: sabar! Yup, hasil skin care nggak akan muncul dalam sekejap mata, skin goals-mu mungkin nggak akan terwujud dalam satu malam aja.

Kandungan-kandungan aktif dalam produk skin care biasanya butuh waktu hingga 2 bulan untuk memberikan efek yang benar-benar keliatan di kulit wajah. Karena itu, butuh kesabaran dan konsistensi dalam menjalankan skin care routine, nih.

Ini beberapa kandungan aktif yang paling umum ada dalam produk skin care beserta waktu yang dibutuhkan untuk memberikan hasil di kulit:

Retinol untuk menyamarkan tanda-tanda penuaan, mendorong produksi kolagen, dan mempercepat pergantian sel kulit butuh waktu 1—6 bulan. Kamu bisa temukan kandungan ini di The Ordinary Retinol 1% in Squalane atau Avoskin Miraculous Retinol Toner.
.
AHA seperti glycolic acid, lactic acid, citric acid untuk eksfoliasi (mengangkat sel kulit mati dari kulit) serta mendorong produksi kolagen butuh waktu 1,5—10 bulan. Misalnya, dalam produk The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution atau Iunik Lime Moisture Mild Peeling Gel.
.
BHA atau Salicylic Acid untuk eksfoliasi dari dalam pori-pori butuh waktu minimal 1 bulan. Kamu bisa cobain Kleveru Glass Skin Overnight Serum atau Aknema BHA + HA Serum.
.
Vitamin C sebagai antioksidan, mendorong produksi kolagen, dan mencerahkan kulit butuh waktu 1,5—3 bulan. Ini adalah kandungan utama dalam produk Charlotte Kay Vitamin C Serum atau Skin Dewi Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment.
.
Niacinamide untuk memperbaiki lapisan pelindung kulit (skin barrier), menyamarkan noda hitam, membantu masalah jerawat dan minyak berlebih butuh waktu 2 minggu hingga 3 bulan. Yuk, cobain The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% atau Votre Peau Brightening Essence.
.
Hyaluronic Acid untuk melembapkan kulit butuh waktu hingga 2 bulan. Produknya adalah The Ordinary Hyaluronic Acid 2% + B5 atau Langsre Hydraluronic Serum.
.

Kalau dalam seminggu atau dua minggu kamu belum liat ada perubahan di kulit setelah mulai pakai produk skin care, jangan menyerah dulu, ya. Ini hal yang wajar, kok. Berikan waktu dan kesempatan untuk produk skin care-mu supaya bisa bekerja secara efektif di kulit!

 

3. Beda Kulit, Beda Hasil

Sayangnya, nggak ada kandungan atau produk skin care yang bisa cocok di kulit semua orang secara merata. Peluang nggak cocok pasti ada, karena reaksi kulit masing-masing orang tentu bisa berbeda.

Kalau kamu pernah coba suatu kandungan atau produk skin care yang direkomendasikan teman atau influencer dan seleb favoritmu, terus ternyata nggak cocok dengan kulitmu, ini lah penyebabnya—beda kulit, beda hasil. Misalnya, meskipun kulitmu dan temanmu sama-sama sensitif, satu produk skin care yang cocok di kamu belum tentu cocok di kulit temanmu—begitu juga sebaliknya.

Begitu juga halnya dengan suatu produk yang hype banget, favorit sejuta umat dan sering direkomendasikan banyak orang hingga influencers di media sosial—ini belum tentu akan bekerja dengan baik di kulitmu. Ini cukup umum terjadi, kok.

Karena itu, kamu tetap harus open-minded dalam mencoba kandungan dan produk skin care. Bisa jadi, produk yang nggak cocok di temanmu malah bisa memberikan hasil optimal di kulitmu, lho! Kuncinya adalah terus mencoba—tentunya tetap sambil stay safe dengan rajin riset dan cari-cari tips skin care, serta selalu teliti membaca daftar kandungan produknya dulu, ya.

 

4. Kemungkinan Beberapa Produk dalam Rangkaian Skin Care Routine Nggak Cocok

Kadang, bukan salah kulitmu yang nggak cocok sama suatu kandungan atau produk skin care. Nggak menutup kemungkinan kalau skin care-mu nggak efektif di kulit karena kandungan dalam beberapa produk nggak cocok satu sama lain.

Umumnya, tes keamanan dan cara kerja produk skin care di kulit dilakukan secara terpisah, nggak dicampur dengan produk lainnya. Karena itu, kita nggak pernah tau hasil dan reaksinya kayak gimana kalau dipakai bersama kandungan dan produk skin care lainnya.

Kalau ada produk yang nggak cocok satu sama lain, biasanya akan memengaruhi kerja kandungan di dalamnya hingga nggak efektif lagi. Jadi, bisa dibilang usaha skin care-mu jadi “sia-sia”. Kemungkinan lainnya adalah bikin kulitmu iritasi.

Mengetahui kandungan dan produk skin care mana yang nggak cocok satu sama lain cukup tricky dan kebanyakan kembali lagi ke faktor “kulitmu cukup kuat, nggak?”

Beberapa contoh kandungan aktif yang nggak efektif atau bisa menyebabkan iritasi kalau dipakai barengan, yaitu:

  • AHA/BHA + Retinol – bisa bikin kulit terlalu kering dan iritasi.
  • AHA + BHA – bisa bikin kulit terlalu kering dan iritasi, tapi cukup aman dipakai kalau ada di dalam satu produk.
  • Vitamin C + Niacinamide – khususnya, kalau Vitamin C-nya dalam kadar tinggi dan dalam bentuk Ascorbic Acid murni. Kalau kadar Vitamin C nggak terlalu tinggi, cukup aman dipakai bersama niacinamide.

Nah, kalau beberapa pasangan kandungan di bawah ini boleh dipakai barengan, dengan syarat kulitmu cukup kuat mentoleransinyaso, kamu yang punya kulit sensitif atau belum terbiasa dengan kandungan aktif yang cukup kuat sebaiknya jangan coba-coba dulu, ya.

  • AHA/BHA + Vitamin C – berpotensi bikin kulit kering karena keduanya punya level pH rendah.
  • AHA/BHA + Niacinamide – level pH niacinamide cukup tinggi, sedangkan AHA/BHA level pH-nya rendah, sehingga niacinamide bisa menyebabkan AHA/BHA kurang efektif karena level pH-nya akan ikut naik.
  • Vitamin C + Retinol – berpotensi bikin kulit kering karena keduanya punya level pH rendah.

Kalau kamu menemukan produk skincare yang punya gabungan kandungan di atas dan terdaftar BPOM, kamu bisa pakai produk itu selama kamu mengikuti petunjuk pemakaiannya dan lihat reaksinya di kulitmu.

 

5. Mulai Pelan-pelan

Karena ada kemungkinan seperti poin 4 di atas, maka ada baiknya kamu perkenalkan produk skin care baru secara satu per satu. Dengan begitu, kalau tiba-tiba ada reaksi iritasi, cara ini bisa memudahkan kamu untuk mencari tau kandungan atau produk mana yang kira-kira menyebabkan reaksi iritasi itu. Misalnya, perkenalkan kulitmu dengan produk moisturizer baru terlebih dulu. Selang beberapa minggu, baru pakai produk face wash baru, dan seterusnya. 

Selain itu, harus pelan-pelan juga ketika memperkenalkan suatu kandungan aktif baru, nih. Misalnya, kandungan retinol yang dikenal kuat banget dan risiko bikin kulit iritasi cukup tinggi. Kamu bisa pelan-pelan membiasakan kulitmu terhadap retinol dengan cara pakai retinol seminggu sekali selama beberapa minggu. Kalau kulit udah mulai terbiasa, tingkatkan jadi 2-3 kali seminggu, dan seterusnya, deh.

Pokoknya, nggak usah buru-buru! Skin care itu bekerja slowly but surely, kok.

 

6. Bedakan Reaksi Normal Kulit dengan Reaksi Iritasi

Beberapa kandungan aktif yang mengeksfoliasi (AHA dan BHA) dan kandungan untuk mempercepat pergantian sel kulit (retinol) bisa menyebabkan kulit mengeluarkan reaksi yang mirip-mirip iritasi, kayak kulit yang kemerahan dan muncul jerawat. Ini reaksi yang normal dan kamu masih boleh lanjutkan pemakaian produk skin care.

Tapi, selain kedua ciri-ciri di atas, kulit yang benar-benar teriritasi juga mengalami rasa sakit atau perih, rasa gatal, dan area yang iritasi terasa panas. Sedangkan, kandungan aktif yang aman dan dianggap cocok untuk kulit seharusnya nggak menimbulkan rasa sakit atau gatal sampai bikin kulit terasa nggak nyaman.

Meskipun tadi Phoebe bilang kamu harus menunggu 2 bulan untuk liat efek skin care yang optimal, tapi kalau kulitmu udah mengalami tanda-tanda iritasi di atas, udah waktunya say goodbye sama produk skin care yang kamu pakai, nih.

Eits… jangan langsung putus asa, ya! Tetap semangat buat cobain berbagai macam produk skin care lainnya sampai ketemu yang cocok.

 

Nah, itu dia 6 hal penting yang harus kamu tanamkan di dalam dirimu yang lagi mempersiapkan diri untuk memulai skin care routine baru. Semoga artikel ini membantu kamu yang lagi “galau” soal skin care yang tepat untuk kulitmu, ya.

Intinya, jangan mudah menyerah kalau suatu produk ternyata nggak langsung cocok dengan kulitmu. Phoebe yakin kamu pasti bisa dapetin skin goals-mu. Yuk, semangat ya, Phoebe’s Squad!

 

Editor: Cintya L. | Grafis: Indri Novita S.

Leave a comment